Kominfo Usul Batasi Usia Pengguna Medsos Jadi Minimal 17 Tahun. Ini Alasan dan Tujuannya

Satu bukti yang tidak dapat dibantah berkaitan sosial media (sosmed) ialah dia punya seluruh orang. Sekarang ini baik yang tua, muda, beberapa anak sampai bayi baru lahir juga terkadang slot online terpercaya punyai account sosial media. Tidak ada yang keliru dengan peristiwa ini, karena sosial media memang media komunikasi kiwari yang efisien.

Walau begitu, beberapa anak yang punyai account sosmed sebenarnya harus menyertakan peranan orangtua. Seperti menjadi pengawas dan pemberi ijin, begitu. Sebab seperti kita ketahui, sosmed bukan “ruangan aman”. Kebocoran dan penyimpangan data personal yang kita beri waktu register bukan peristiwa sangat jarang. Penghinaan cyber sebab seluruh orang dapat bertindak selaku anonim cuman satu dari beberapa kekelaman sosmed. Karena itu lumrah jika ada wawasan umur minimal pemakai sosmed terbatasi, sama seperti yang diusulkan Kominfo jadi 17 tahun.

Merilis dari Di antara, Kominfo melalui mengajukan Perancangan Undang-Undang Pelindungan Data Individu (RUU PDP) menyarankan batas umur beberapa anak yang bisa membuat account sosmed ialah 17 tahun. Di bawah umur itu, mereka menyarankan harus menyertakan ijin dari orangtua. Direktur Jenderal Program Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan memperjelas orangtua harus terjebak dalam masalah ini.

Batas umur ini adalah adopsi dari General Data Protection, Undang-Undang Pelindungan Data Individu Eropa, yang sebenarnya memutuskan batas umur 16 tahun untuk beberapa pemakai sosmed. Nah, bila saran ini diterima, karena itu nanti akan semakin banyak tingkatan yang perlu dilalui anak di bawah umur 17 tahun jika ingin membuat account sosmed. Sekarang ini, RUU PDP masih ada di step ulasan bersama Dewan Perwakilan Rakyat. Ditarget usai tahun akhir 2020 atau awalnya tahun 2021.

Lebih detilnya, RUU PDP ini berisi hak dan keharusan untuk pemilik data personal, pemrosesan dan penghimpunan data personal, dan kewenangan yang memantau pelindungan data personal. Nanti data anak di bawah umur 17 tahun akan diberlakukan berlainan, dengan memasukkan dalam kategorisasi detil atau peka. Jadi data anak di bawah umur 17 tahun akan diproteksi enkripsi hingga tidak dapat dipakai untuk maksud pemasaran. Agar beberapa anak tidak bakal menjadi korban iklan, nih, Ayah dan Bunda~