Nggak Cuma Manusia, 6 Hewan Ini Ternyata Juga Mewarisi Budaya dan Ilmu dari Pendahulunya

Selaku manusia yang lahir tanpa pengetahuan mengenai dunia, kita memiliki kekuatan mewariskan sikap baru yang didalami dari angkatan awalnya, untuk selanjutnya meneruskannya ke angkatan seterusnya. Dalam cakupan terdekat, kita mewariskan sikap tertentu dari orangtua selanjutnya mewarisinya ke anak. Ini telah jadi keunikan manusia.

Tetapi rupanya riset sepanjang 75 tahun akhir mendapati jika hal yang juga sama berlaku pada hewan lo. Tidak seperti kita kenali awalnya, rupanya hewan mewarisi budaya dan jalankan adat. Merilis Treehugger, berikut 6 hewan yang warisi budaya dan pengetahuan dari perintisnya.

Simpanse, seperti gorilla dan orangutan, digolongkan selaku primata tingkat tinggi sebab adalah hewan paling serupa dengan manusia. Telah menjadi pengetahuan umum juga jika simpanse miliki kebiasaan grooming atau menjaga dan memandikan simpanse lain. Rutinitas yang kita jumpai dilaksanakan manusia, kan?

Nah, disamping itu, studi lengkap di alam liar mendapati jika simpanse bermacam info dengan memakai pergerakan, vokalisasi unik, air muka, dan bahasa badan. Gestur sosial itu selanjutnya semakin makin tambah meluas ke bermacam sikap seperti bermain, kumpulkan makanan dan langkah makan.

Periset hewan namanya Kinji Imanishi di tahun 1940-an melalui hasil studinya mendapati jika monyet jepang jadikan satu perilaku selaku sisi budaya, dan mewariskannya ke angkatan seterusnya. Salah satunya misalnya ialah mereka miliki kebiasaan membersihkan ubi saat sebelum dikonsumsi, dan hal itu sudah jadi adat sebab dilaksanakan secara turun temurun.

Contoh lain sikap berbudaya monyet jepang ialah mereka akan menjaga keduanya selaku wujud ikatan, dan memakai. Panggilan spesial untuk minta atau tawarkan perawatan ke monyet lain. Uwuw! Mereka punyai panggilan sayang, lo~

Kecerdasan hewan imut namanya tikus terkadang membuat manusia kecewa. Mereka ini dapat mengenali sumber makanan prospektif dan kerap bisa lolos dari perangkap. Disamping itu tikus dijumpai kerap share info mengenai makanan beracun, dan mengomunikasikan tempat aman untuk mendapatkan makanan melalui sinyal urin.

Nah, periset lain namanya Joseph Terkel di tahun 1991 mendapati satu bukti yang membuat tikus semakin berkesan bagus walau nyebelin. Dia mendapati jika tikus yang dilihat mempunyai sikap makan yang unik, yaitu kupas buah pinus. Beberapa periset menjelaskan tikus mustahil berperangai semacam itu, terkecuali mereka diajari oleh tikus lain, dan hal itu adalah satu tanda-tanda dari budaya.