Inilah 5 Warna Api dan Pengaruhnya. Pantas Saja Masak Pakai Kompor Gas Jadi Lebih Cepat Matang~

Sejak dari jaman dulu, entahlah mengapa, warna merah itu selalu dikenali selaku ‘warna resminya’ api dan segala hal yang berkobar-kobar, agresif, atau bahkan juga beresiko. Walau sebenarnya jika disaksikan baik, warna api itu tidak cuma merah lho. Kobaran api agen togel indonesia ada pula yang warna kuning, jingga, bahkan juga biru. Walau kerap saksikan, nampaknya cuman sedikit orang yang sadar akan ketidaksamaan beberapa warna dalam api.

Tidak hanya sadar jika api itu berwarna berbeda-beda, sedikit yang pahami mengapa nyala api berwarna dapat beda satu diantara lainnya. Banyak pula yang tidak paham jika api yang warna merah itu, malah api yang sesungguhnya bersuhu relatif rendah dibandingkan nyala api warna lain, alias tidak panas. Lha lagi api seperti apakah ya yang terpanas? Buat yang ingin tahu, yok kulik bersama beragam warna api melalui pembahasan Hipwee News dan Fitur ini!

Dikutip dari Kok Dapat, temperatur api yang warna biru rupanya adalah yang terpanas. Temperaturnya dapat capai lebih dari 1500 derajat Celcius. Terserang air panas yang temperaturnya 100 derajat Celcius saja dapat membuat melepuh, pikirkan saja bagaimana sakitnya kulit terserang api yang warna biru ini. Umumnya, pada kompor gas, api yang dibuat warna biru sebab gas lebih efektif waktu terbakar.

Rangking ke-2 api terpanas ialah yang warna kuning. Temperaturnya masih di bawah api yang warna biru, tapi tetap benar-benar panas. Nah, makin rendah temperatur api, berarti pembakarannya semakin tidak efektif. Umumnya, kompor minyak tanah hasilkan api warna kuning condong ke jingga.

Bila menjumpai api warna jingga pada lilin, berarti temperatur api itu ada antara 1000 sampai 1200 derajat Celcius. Umumnya, api seperti ini ada di bara arang atau kayu. Kerap saksikan ‘kan? Nah, umumnya api yang dibuat dari arang atau kayu bakar waktu mengolah ialah api warna jingga ini.

Yang sekurangnya panas ialah api warna merah. Temperaturnya di bawah 1000 derajat Celcius. Berarti, pembakarannya kurang prima. Api warna merah umumnya dijumpai di bara kayu atau arang. Walau termasuk tidak panas, tetapi tetap dapat membuat tangan jadi melepuh.

Rupanya, tidak segala hal jika dibakar akan hasilkan warna yang serupa waktu menghidupkan lilin lho. Misalnya pada kembang api, nyala api dapat warna hijau, biru, ungu, dan lain-lain. Rupanya, ada banyak senyawa yang jika dibakar hasilkan beberapa warna elok. Misalkan saja warna biru dibuat dari pembakaran tembaga klorida.

Nah, dari keterangan itu sudah mengetahui kan kenapa mengolah dengan kompor gas bisa lebih cepat masak dibanding dengan kompor minyak atau arang. Sudah pasti sebab nyala api kompor gas umumnya warna biru yang temperaturnya tertinggi dibanding dengan yang lain.