Uniknya Gaya Hidup Tiny House, Tinggal di Rumah Mungil yang Bisa Ditarik Mobil. Hemat Bujet nih!

Dapatkah kita memiliki rumah sendiri waktu harga property makin mahal? Pasti dapat. Salah satunya jalan keluar yang bisa diaplikasikan ialah pilih tiny house atau rumah imut. Sebab ukuran semakin lebih kecil dibanding rumah biasanya, anggaran yang dikeluarkan juga semakin sedikit. Antiknya, tipe rumah ini bisa juga dipindah kemanapun!

Untuk kita yang tinggal di Indonesia, kemungkinan ide tiny house masih berasa asing sebab jarang-jarang sekali diaplikasikan. Pola hidup ini seringkali dilaksanakan beberapa orang luar negeri, misalkan di Amerika Serikat. Tapi kita perlu pahami infonya sebab siapa tahu bisa saja ide. Yok baca!

Tiny house berlainan dengan campervan (mobil yang sekalian jadi rumah). Pada tiny house, rumah dan mobilnya terpisah. Rumah itu diperlengkapi roda-roda dibagian bawahnya hingga dapat diambil oleh mobil. Jadi rumah ini dapat dipindah ke mana saja seperti keinginan.

Ketidaksamaan yang lain, tiny house memiliki ukuran yang semakin lebih kecil dibanding rumah biasa. Dikutip dari The Tiny Life, tipe rumah ini memiliki luas 9 sampai 37 mtr. persegi; sedang rumah biasa memiliki ukuran 241 mtr. persegi. Material yang dipakai ialah kayu hingga lebih enteng untuk diambil mobil. Ada banyak ruang imut didalamnya seperti tempat tidur, dapur, sampai toilet. Komplet deh~

Bila mengaplikasikan pola hidup ini, kita tidak perlu keluarkan uang banyak untuk beli tanah dan rumah atau mengontraknya. Kita perlu membuat tiny house dari awalnya atau beli yang telah jadi pada harga semakin lebih murah.

Kelebihan yang lain, tipe rumah ini dapat tarik ke mana-mana dengan mobil hingga kita dapat bebas melancong. Dapat sekalian berekreasi nih! Yang penting diingat, tiny house tidak bisa diparkirkan asal-asalan sebab bisa mengusik seseorang. Jadi harus pandai cari tanah lega yang kosong.

Disamping itu, tiny house menjadi peluang yang baik untuk mengaplikasikan pola hidup minimalis. Karena kita cuman dapat bawa barang yang penting-penting saja supaya rumah tidak penuh. Ini dapat membuat kita lebih menghargakan satu barang, lebih jeli dalam menjaganya, dan lebih mengucapkan syukur. Ujungnya menjadi lebih berbahagia deh~